Dari Drop Out Menjadi Penulis

Edi Susanto

Saya pernah mengalami pengalaman pahit dan terpuruk dalam hidup: drop out hingga dua kali. Tahun 2003 saya drop out dari D-3 Perpajakan Undip. Tahun 2004 saya drop out lagi dari S-1 Psikologi Undip. Tidak hanya diri saya sendiri yang kecewa, saya yakin orang tua saya pun kecewa melihat anaknya seperti itu. Setelah drop out, saya tidak memiliki pekerjaan, alias menganggur. Lebih parah lagi, saya juga terlilit utang. Dari sana saya mengalami perjuangan untuk bangkit, survive, dan berkembang. Tidak mudah memang, tapi alhamdulillah saya berhasil melewati itu semua. Jadi, saya adalah produk gagal universitas yang mendaur ulang diri menjadi BMW (businessman, motivator, writer).

Kondisi saya sebagai orang yang tidak terpakai di dunia kerja saat itu memaksa saya memakai diri saya sendiri untuk sekadar survive, yakni dengan menjadi guru les privat. Sedikit demi sedikit, kemampuan dan pengalaman saya di bidang pengembangan sumber daya manusia bertambah. Hingga akhirnya muncul ide untuk menggunakan tenaga/skill orang lain dalam sebuah bimbingan belajar dan training center. Sekarang saya telah memiliki lembaga pengembangan dan pelatihan sumber daya manusia yang berlokasi di Semarang, Jawa Tengah. Alhamdulillah, banyak instansi-instansi swasta maupun pemerintah yang percaya dengan lembaga yang saya dirikan untuk mengembangkan sumber daya manusia mereka.

Saya menyadari bahwa di luar sana banyak orang yang jatuh, tidak berdaya, dan membutuhkan inspirasi, motivasi, serta solusi untuk bangkit. Saya menyadari di luar sana banyak orang yang membutuhkan ide, formula, atau strategi untuk terus mengembangkan diri, karier, dan keuangan mereka. Saya mengetahui cara untuk membantu banyak orang yang terpuruk agar bangkit dan mengembangkan potensi terbaik mereka. Dari sana saya mulai menyadari bahwa hidup saya baru berarti dan bermanfaat saat saya mengambil tindakan untuk membantu mereka.

Saya pun menulis buku, tepatnya buku pengembangan diri, karena saya meyakini bahwa buku akan dapat menjangkau banyak orang yang membutuhkan inspirasi dan motivasi. Per Juli 2019 saya sudah menghasilkan 17 buku, 15 telah terbit dan 2 dalam proses terbit. Bagi saya ada banyak alasan mengapa saya menulis buku.

Buku adalah saham akhirat

Buku bisa menjadi saham akhirat yang dividennya dapat digunakan untuk membeli tiket surga. Artinya buku yang memberikan manfaat bagi kehidupan banyak orang adalah ilmu bermanfaat yang dapat menjadi amal jariah bagi penulisnya.

Buku adalah warisan

Dengan buku kita bisa meninggalkan sebuah ide, solusi, bahkan visi kehidupan masa depan kepada generasi penerus setelah kita meninggalkan dunia ini. Oleh karena itu, tulislah minimal satu buku sebelum buku Yasin Anda terbit!

Buku adalah sejarah

Melalui buku, kita mencatatkan diri bahwa pernah hidup di dunia dan memberikan manfaat bagi kehidupan banyak orang.

Buku adalah leverage ilmu

Dengan buku kita bisa mendistribusikan ilmu ke mana pun dan kapan pun, tanpa batas waktu dan tempat. Sedangkan tidak sedetik pun waktu kita berkurang saat mendistribusikannya.

Saya berharap buku-buku yang saya tulis menemukan pembacanya, sehingga mereka terinspirasi dan menemukan ide serta gagasan. Mereka juga termotivasi untuk bangkit dari kegagalan dan memulai lagi dengan tetap bersemangat. Pada akhirnya mereka menemukan solusi atas permasalan hidup yang sedang mereka hadapi. Akumulasinya adalah terbangunnya masyarakat yang 3P: berpikir positif, merasa powerful, dan bertindak produktif.

Share on facebook
Facebook
Share on google
Google+
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn

2 Replies to “Dari Drop Out Menjadi Penulis”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2018 All rights Reserved. Powered by Elementor.
Design by pondrafee.