Jangan Terlalu Berharap

fishing-huts-1209024_1280

Ada kalanya seseorang yang ingin kita coba bantu malah menghilang begitu saja. Tak hanya menghilang, mereka malah semakin kecewa dengan perlakuan yang kita berikan. Kita memang tak akan pernah tahu jika yang menurut kita baik untuk mereka juga pasti dinilai baik oleh mereka. Ketika kita over expecting kemampuan mereka, bisa jadi mereka tak nyaman dengan perlakuan tersebut.

 

“People do not hurt us, our hopes from them hurt us.” Imam Ali

 

Bagaimana pun juga kita tak pernah tahu kehidupan seperti apa yang telah mereka lalui, pengalaman seperti apa yang membentuk mereka, bagaimana mereka menghadapi setiap tantangan dalam menyelesaikan masalah, hingga bagaimana mereka merespon setiap kesempatan. Mungkin saja mereka belum siap menerima apa yang kita inginkan. Bisa jadi mereka takut dan tertekan apabila menuruti apa yang kita inginkan malah berakhir berantakan dan tak sesuai harapan yang kita tetapkan.

Kita memang tak selalu mengharapkan akhir nan menakjubkan, namun bukankah mereka juga tak pernah mampu membaca apa yang ada di dalam hati dan pikiran kita? Sebelum kita menyalahkan orang lain atas ‘kesalahan’ mereka, lihatlah terlebih dahulu di dalam diri ini. Jangan-jangan ‘kesalahan’ terjadi bukan karena salah mereka, namun karena kita sendirilah yang membuatnya. Kita sendirilah orang pertama yang harus belajar.

Selalu ingat bahwa sebelum kita menginginkan seseorang untuk melakukan sesuatu, pikirkan terlebih dahulu apakah ini hanya untuk memuaskan hasrat dan egoisme kita? Ataukah niatan kita benar-benar tulus memberikan manfaat bagi orang yang ingin kita bantu? Jika ternyata hanya ingin memuaskan hasrat dan egoisme di dalam diri, lebih baik kita pikir ulang dan bersihkan niatan. Bisa jadi hasrat dan egoisme tersebut muncul dari bibit kesombongan. Sombong karena kita yakin mampu melakukannya dan berharap orang lain bisa melakukannya seperti diri kita.

Andai saja mereka mau mengerjakan apa yang kita inginkan, ada beberapa kemungkinan yang bisa saja terjadi: mereka benar-benar ingin mencoba tantangan baru, mereka mempercayai diri mereka seperti kita mempercayainya, atau bisa juga mereka malah akan menolak, mundur selangkah demi selangkah, kemudian menghilang dari hadapan kita. Atau mereka tetap mau melakukan namun dengan perasaan hati yang luar biasa berat. Dua hal yang terakhir tentu bukanlah yang kita harapkan.

Pastikan jika niat yang ada di dalam hati kita benar-benar tulus ingin memberikan nilai lebih kepada orang yang ingin kita bantu, bukan sekadar modus dalam memuaskan egoisme dan hasrat diri. Ingat bahwa apa yang berasal dari hati akan kembali ke hati, dan yang berasal dari nafsu akan menjadikan keadaan keruh dan tak menentu.

 

 

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp
Share on email

3 Replies to “Jangan Terlalu Berharap”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More to Read