Kegagalan Adalah Proses

Dalam perjalan hidup, kita akan dihadapkan pada banyak sekali kegagalan. Gagal menjalin hubungan cinta, gagal masuk ke sekolah idaman, gagal mendapatkan tawaran pekerjaan, gagal membahagiakan orang tua, dan masih banyak kegagalan lain yang mengiringi proses pendewasaan kita. Kegagalan memang menyakitkan dan mengecewakan, tak ada yang mau mengalaminya. Namun, kegagalan itu pada dasarnya diperlukan. Dari kegagalan itulah sebuah proses akan terjadi.

Source: gifphy.com

Kita tidak bisa berharap bahwa apa yang kita kerjakan dan harapkan senantiasa 100% berhasil dan terwujud sesuai ekspektasi. Ada kalanya yang terjadi malah sebaliknya, sangat berbeda dari yang kita bayangkan. Tidak jarang kita melihat perbedaan dari ekspektasi tersebut sebagai kegagalan. Padahal bisa jadi perbedaan itu perlu hadir untuk mendekatkan kita pada apa yang sebenarnya kita harapkan. Kita perlu menyadari bahwa kegagalan bukanlah akhir dari segalanya.

Kita berharap mendapatkan nilai sempurna di kelas, tapi nilai kita malah lebih buruk dari teman yang menyontek kita. Kita berharap disukai seseorang dan melakukan apa pun untuk mendapatkannya, tapi orang tersebut malah menyukai orang lain. Kita berharap dapat sampai ke tempat tujuan tepat waktu, di tengah jalan ban kendaraan kita bocor sehingga kita gagal sampai tujuan sebelum waktu yang telah ditentukan.

Saat kita gagal mendapatkan nilai yang memuaskan di kelas, kita pun terpacu untuk belajar dengan lebih giat sehingga pada kesempatan berikutnya kita mendapatkan nilai yang lebih baik. Saat ditolak gebetan atau diputus pacar, kita menyadari apa yang kita inginkan dari pasangan hidup. Kita dibuat sadar untuk memperbaiki diri agar pantas bertemu dengan seseorang yang sesuai dengan harapan kita. Saat kita jengkel dengan ban bocor, kita dilatih untuk lebih sabar dan menerima keadaan.

Failures are part of life. If you don’t fail, you don’t learn. If you don’t learn, you’ll never change.

Tidak ada yang sia-sia dalam hidup, termasuk kegagalan. Kegagalan hadir beriringan dengan keberhasilan. Jika kita bersedia untuk belajar dari kegagalan tersebut kemudian memperbaiki diri dan tindakan kita, ke depannya sesuatu yang kita anggap sebagai keberhasilan akan terwujud. Kuncinya adalah menyadari dan bersedia untuk belajar dari kegagalan tersebut. Dari sanalah sebuah proses akan terjadi. Proses yang akan membentuk sesuatu dari yang sebelumnya tiada menjadi ada, dari yang tidak bisa menjadi bisa.

Share on facebook
Facebook
Share on google
Google+
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2018 All rights Reserved. Powered by Elementor.
Design by pondrafee.