”Lampu Merah” Perjalanan

Kehidupan layaknya perjalanan panjang dengan tujuan di dalamnya. Perjalanan tidak selalu mulus, ada saatnya melewati medan berkerikil, berkelok, berbukit, hingga berangin. Dalam perjalanan, kita pun tak selalu mendapat ”lampu hijau” untuk terus melaju. Ada saatnya kita mendapat ”lampu merah” yang mewajibkan untuk berhenti sejenak, menunggu pengendara dari arah lain melaju terlebih dahulu. Apa jadinya jika melanggar aturan tersebut dengan menerobos ”lampu merah”? Tentu hal-hal tidak menyenangkan akan terjadi; kecelakaan beruntun atau umpatan dari pengendara lain misalnya.

Sama seperti hidup, kita tidak bisa selalu melaju mengerjakan semua dan mendapatkan segala hal tanpa merasakan jeda. Ada kalanya kita sejenak berhenti dan memperhatikan seberapa jauh kita telah melaju. Memperhatikan apa yang telah dicapai selama ini. Ada saatnya kita memperhatikan hal-hal penting yang telah kita miliki; kesehatan, pasangan, keluarga, teman, pengalaman, pendapatan, pekerjaan, dan lain sebagainya. Dengan itulah kita diingatkan untuk bersyukur atas apa yang telah dicapai. Rasa syukur adalah cara Tuhan untuk mempersiapkan diri melaju melanjutkan perjalanan dan mencapai hal-hal berikutnya yang pantas didapatkan.

Seandainya kita terus melaju tanpa sempat berhenti sejenak saat ”lampu merah” menyala, mungkin sesuatu yang mengguncang kehidupan pribadi kita akan terjadi. Bisa jadi kesehatan fisik maupun emosional terganggu, persahabatan merenggang, perhatian keluarga terbengkalai, atau bahkan perpisahan yang tidak sempat tersampaikan terjadi. Oleh karena itulah, ada saatnya ”lampu merah” menyala untuk mengingatkan kembali agar kita tidak terjebak dalam sebuah perjalanan menuju tujuan. Dengannya kita akan menyadari beragam hal yang harus kita syukuri dan perhatikan.

 


Tulisan di atas sebenarnya telah saya tulis sembilan tahun yang lalu. Namun saat membacanya kembali, saya disadarkan atas apa yang terjadi saat ini. Ditambah The Maze dari Manchester Orchestra yang mengalun berulang kali menjadikan suasana semakin kontemplatif. Tuhan memang selalu punya cara untuk mengembalikan kita ke jalur yang semestinya.

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp
Share on email

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More to Read

Ada Kekuatan dalam Cerita

Diah Rahmawati | @diahcmut Saya suka sekali cerita tentang perjuangan orang yang sukses meraih impian-impian mereka. Bukan melulu tentang meraih harta, tetapi meraih apa yang

Read More »