Love What You Do, Love the Process

Rosalia Destarisa | @pink.licorice

Dari kecil saya suka sekali menggambar. Kalau kata Ibu, itu karena turunan Kakek yang seorang arsitek. Saya mulai menggambar sejak sebelum TK. Dulu di rumah ada papan gambar dan kapur yang disediakan Ibu. Awalnya papan gambar dan kapur itu dipakai kakak saya belajar menulis ABC, tapi malah saya yang lebih suka pakai. Kata Ibu, gambar pertama saya saat umur 2 tahun itu cethok sama ikan lele. Hahaha.

Saya mulai benar-benar “serius” gambar saat semester 5 kuliah. Sekitar hampir 5 tahun kalau dihitung dari sekarang. Sampai sekarang masih terus belajar. Buat saya, menggambar itu asyik banget. Nyenengin. Bahkan jadi semacam terapi. Kalau lagi sebel atau sedih, saya menggambar. Selesai menggambar perasaan jadi lebih lega. Kadang meski gak selesai pun perasaannya sudah lega. Tapi lebih puas lagi kalau bisa sampai selesai.

Sebenarnya banyak sekali style dalam menggambar, ada realis, ada surealis, ada juga yang buat editorial. Kalau saya sendiri lebih suka style anak-anak, buat buku anak. Saya suka gambar yang lebih warna-warni. Apalagi saya suka baca buku yang ada gambarnya. Gambar buat buku anak itu lebih imajinatif dan colorful. Itu yang saya suka dari style ini.

Saya suka karakter dari Pixar: Monster University, Toy Story. Saya juga suka Carmen Sandiego dan Love, Death, and Robot dari seri Netflix. Howl’s Moving Castle sama Ponyo-nya Studio Ghibli juga favorit banget. Mereka bisa bikin karakter dari hal-hal yang gak terduga. Bagaimana mereka memberikan nyawa ke benda-benda tersebut sampai punya dunia sendiri itu luar biasa banget.

Saya selalu meyakini dalam hati kalau ingin semakin jago menggambar, tipsnya sederhana: just do it! Gak apa-apa kalau gak bagus awalnya. Orang-orang di Pixar pasti juga gak bagus saat pertama kali menggambar, tapi mereka gak berhenti. Mereka menikmati prosesnya.

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp
Share on email

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More to Read

Ayah Terkeren Sedunia

Yasmin Nabila “Fathers, be good to your daughters. Daughters will love like you do.” (John Mayer – Daughters) Setiap dengar kata “ayah”, yang terbayang adalah

Read More »