Mengapa Perpustakaan?

Saat SMA, saya lebih sering menghabiskan waktu istirahat di perpustakaan sekolah. Bukan karena ingin terlihat misterius layaknya Rangga dalam drama remaja Ada Apa dengan Cinta, bukan pula karena saya gemar membaca. Namun, saya merasakan kenyamanan saat berada di ruangan tersebut. Setidaknya saya tidak perlu berdesak-desakan mengantre makanan saat jam istirahat atau memperpanjang kebosanan di dalam kelas.

Di perpustakaan pun saya tidak sepenuhnya membaca buku. Tidak jarang kesempatan di sana saya gunakan untuk membolak-balik halaman koran, sekadar melihat koleksi di rak buku, dan mengamati pasangan yang sedang meluapkan rindu berdiam diri menghabiskan waktu. Yang terpenting adalah saya bisa mengulur waktu istirahat hingga bel masuk kelas berbunyi.

Di perpustakaan SMA ini pula saya membaca novel Harry Potter dan The Hobbit untuk pertama kalinya. Dari sinilah akhirnya kegemaran saya membaca buku semakin terbentuk.

Berlanjut saat kuliah, salah satu tempat yang paling sering saya kunjungi saat jam kosong adalah perpustakaan. Lagi-lagi alasannya sama, saya menemukan ketenangan di antara rak-rak buku dan meja-meja kosong yang ada di perpustakaan.

Waktu di perpustakaan tidak hanya saya habiskan untuk mengerjakan tugas kuliah, tetapi juga membaca buku. Terlebih lagi ada kantin kecil yang menyediakan beragam makanan dan minuman di sana. Menikmati segelas milkshake dingin sambil membaca buku dan mendengarkan musik menjadi momen yang menenangkan di sela-sela rutinitas kampus yang penuh dengan kesibukan.

Perpustakaan memiliki daya magis bagi orang-orang yang menyukai ketenangan seperti saya. Perpustakaan tidak hanya menjadi gudang ilmu, tetapi juga pemberi ketenangan bagi orang-orang yang merasa jengah dengan kegaduhan yang ada di luar sana. Meskipun saat ini kita bisa mengakses informasi di mana saja, tetapi perpustakaan tetap memiliki pesona untuk menarik orang-orang yang ingin menikmati momen kesendirian.

Tidak jarang perpustakaan menjadi awal mula munculnya ide dan gagasan. Ketenangan mampu memberikan stimulus dalam memunculkan ide-ide segar. Contoh yang paling mudah adalah saat mengerjakan skripsi. Banyak mahasiswa yang memilih perpustakaan sebagai tempat untuk menyelesaikan tugas akhirnya. Bukan hanya karena lengkapnya referensi yang disediakan, perpustakaan juga menjadi tempat favorit karena suasana tenang serta wifi gratisnya bisa menjadi stimulus bagi otak untuk berpikir jernih dan sistematis. Di tempat inilah hampir 70% tulisan yang saya rangkai ke dalam skripsi tercipta. Tempat ini menjadi salah satu bagian penting dari perjalanan saya menyelesaikan pendidikan

Nyamannya Perpustakaan

Di universitas mana pun di dunia, perpustakaan menjadi salah satu ruangan yang digemari untuk menyelesaikan tugas kuliah. Tidak terkecuali di Unsyiah atau Universitas Syiah Kuala yang ada di Banda Aceh. UPT Perpustakaan Unsyiah mengoptimalkan kembali fungsi perpustakan sebagai tempat untuk menyelesaikan tugas kuliah maupun berkreasi dalam menghasilkan ide-ide baru.

Beberapa fasilitas yang ada di sana benar-benar dioptimalkan, mulai dari ruangan ber-AC dan wifi gratis, meja baca yang estetik dan bersih, serta koleksi buku baik buku populer maupun buku referensi yang lengkap. Yang pasti fasilitas tersebut membuat mahasiswa betah berlama-lama di sana. Perpustakaan ini memang sejak awal dirancang untuk menjadi tempat pelarian bagi mahasiswa yang ingin mencari ketenangan sembari mengerjakan tugas-tugas kuliahnya.

Tidak hanya itu saja, perpustakaan ini juga memiliki teater mini yang secara rutin menayangkan film-film berkualitas. Tentu saja fasilitas tersebut tidak hanya memberikan hiburan bagi mahasiswa, tetapi juga meningkatkan pengetahuan mereka. Fasilitas tersebut sejalan dengan visi dan misi universitas dalam membekali mahasiswa dengan potensi pengetahuan dan ilmu yang bermanfaat.

Dalam rangka Unsyiah Library Fiesta 2020, UPT Perpustakaan Unsyiah juga mengadakan beragam kegiatan menarik bagi mahasiswa maupun masyarakat umum, salah satunya lomba menulis blog. Kegiatan tersebut menjadi sarana dalam menyinergikan fungsi perpustakaan sebagai tempat untuk meningkatkan semangat literasi, menambah ilmu, dan menciptakan ide-ide baru kepada mahasiswa dan masyarakat.

Meskipun teknologi telah berkembang pesat dan media teks juga semakin berkembang, tetapi ruangan yang bernama perpustakaan akan selalu ada dan dibutuhkan. Perpustakaan akan selalu menjadi tempat yang dapat diandalkan, tidak hanya dalam mencari referensi dan membaca buku, tetapi juga mencari ketenangan, kenyamanan, dan kreativitas.

Pada akhirnya nanti saat para mahasiswa telah lulus kuliah, mereka akan memiliki memori yang baik tentang perpustakan sebagai rumah kedua selama berada di kampus. Rumah yang senantiasa memberikan ilmu pengetahuan dan kenyamaan selama berjuang menyelesaikan tugas perkuliahan.

Share on facebook
Facebook
Share on google
Google+
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2018 All rights Reserved. Powered by Elementor.
Design by pondrafee.