Percaya dan Nikmati Prosesnya

Selain roller coaster, Ferris Wheel juga biasa diibaratkan seperti kehidupan. Berputar dari bawah, ke atas, ke bawah lagi, ke atas lagi, dan seterusnya. Terlihat sedikit membosankan memang dibanding roller coaster. Namun bagi sebagian orang yang takut ketinggian, wahana ini sudah jadi pemicu migrain.

Takut ketinggian itu alami, karena perasaan terjatuh itu saja sudah bikin merinding. Apalagi jatuh beneran. Bisa fatal akibatnya. Bahkan jatuh cinta pun bikin sebagian orang trauma. Mungkin mereka mengamini maklumat Panglima Tian Feng, ”Dari dulu begitulah cinta, deritanya tiada akhir.”

Kembali ke Ferris Wheel. Walaupun wahana tersebut minim efek mengejutkan, namun jika tau cara menikmatinya, ada keseruan dalam perputarannya. Ferris Wheel menuntut kita bersabar saat di bawah, antusias saat menanjak, takut dan takjub ketika berada di puncak, dan lega saat meluncur turun ke bawah untuk putaran berikutnya. Kombinasi itulah yang menciptakan sensasi saat naik Ferris Wheel.

Wajar jika manusia takut dengan apa yang belum dirasakan, atau bosan dengan perputaran statisnya, atau khawatir jika terjadi sesuatu dalam perjalanannya. Tapi di situlah manusia belajar untuk percaya pada proses yang ada. Nikmati saja prosesnya, karena keseruan akan hilang jika terlalu sibuk khawatir, bosan, dan takut.

Sama halnya dengan hidup. Untuk menikmati esensinya, nikmatilah prosesnya. Nikmati setiap naik turunnya. Hadapi ketidakpastiannya. Hadapi rutinitasnya. Dan dapatkan kejutan serta keseruannya selama siklus tersebut berputar. Karena hidup terlalu singkat jika hanya terlewat begitu saja.

 

 

Share on facebook
Facebook
Share on google
Google+
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2018 All rights Reserved. Powered by Elementor.
Design by pondrafee.