Tetap Rendah Hati Meski dalam Hati Kamu Merasa Lebih Mampu

When someone tells their problems and you know you can do better, the best thing you can do is shut your mouth and don’t brag them about yourself.

 

Ketika seseorang menceritakan masalah atau ketakutan yang sedang dihadapi, jangan terburu-buru menceritakan apa yang akan kita lakukan ketika dihadapkan pada permasalahan yang sama. Bisa jadi mereka hanya butuh didengar, bukan mendengarkan. Ketika kita malah terpancing untuk bercerita panjang lebar tentang bagaimana cara kita meng-handle apa yang menjadi masalah atau ketakukan mereka, bukanya mendapat solusi bisa jadi mereka menjadi semakin takut dan ragu untuk cerita lebih jauh.

 

First Rule
Keep your mouth shut and listen to them carefully!

 

Second Rule
Pahami apa yang menjadi masalah tersebut. Kita terlahir berbeda dan memiliki masa lalu yang berbeda pula ketika dihadapkan pada masalah yang sama. Oleh karenanya coba pahami sudut pandang mereka dalam menghadapi ketakutan atau masalah mereka.

 

Third Rule
Setelah memahami masalah tersebut, kita boleh memberikan encouragement kepada mereka. Tentu dengan tujuan agar mereka mendapat support dan kepercayaan dari kita bahwa it’s okay to have those problems. Ingat, encouragement untuk membesarkan hati, bukan menyombongkan diri.

 

Fourth Rule
Embrace their inabilities
. Kemampuan mereka mungkin memang belum terlatih, sehingga belum muncul di permukaan. Tidak perlu merendahkan ketidakbisaan tersebut. Terimalah kenyataan bahwa mereka belum bisa seperti apa yang kita lakukan. Dan jangan memaksa mereka untuk melakukan apa yang kita inginkan. Biarkan kemampuan mereka berkembang sendiri.

 

Fifth rule and the Most Important
Jangan sombongkan kemampuan yang sudah kita capai di hadapan mereka. It’s a big NO! Jadilah rendah hati. Ketika keinginan untuk menyombongkan diri muncul, selalu tahan keinginan tersebut. Yang menjadi fokus saat ini adalah masalah atau ketakukan mereka, bukan pencapaian kita. Biarlah orang lain tahu dengan sendirinya apa yang bisa kita lakukan dengan tindakan nyata dari kita tanpa harus kita paksa mereka untuk mengetahuinya.

Tidak semua orang (dan mungkin hampir sebagian besar) menceritakan masalah ataupun ketakutannya hanya untuk didengarkan, dimengerti, dan didukung. Bukan mendapat “kuliah” dari si pendengar. Apabila mereka meminta pendapat, mungkin saat itulah peran kita sebagai pendengar yang baik memberikan solusi paling masuk akal yang dapat diberikan.  Walaupun pada akhirnya tetap mereka sendiri pulalah yang akan memutuskan tindakan solutif yang terbaik bagi mereka. Hal terpenting yang dapat kita lakukan hanyalah menjadi pendengar yang baik dan tetap rendah hati.

Share on facebook
Facebook
Share on google
Google+
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2018 All rights Reserved. Powered by Elementor.
Design by pondrafee.