When You Meet The Right One, You Will Just Know

Hari ini satu tahun yang lalu, 3 Mei 2018. Hari itu dua hari menjelang nikah. Kami boncengan ke kios digital printing untuk ngambil hasil cetak foto ini dalam pigura gede buat dipasang di gedung resepsi.

Bersama orang yang dicintai, waktu memang berjalan cepat sekali. Nggak terasa udah setahun sejak itu terjadi. Dan sampe hari ini, kami masih sering nggak nyangka akhirnya kami jadi suami istri.

Meskipun udah saling kenal sejak 2010, baru di tahun 2017 kami berdua mulai berani membuka hati. Dan nggak butuh waktu lama untuk kami sama-sama meyakini bahwa belahan jiwa memang sungguh ada.

Tahun 2015, salah satu sahabat terdekatku memutuskan menikah dengan laki-laki yang baru dia kenal dekat selama 3 bulan. Waktu itu aku sibuk bertanya, “Kamu serius? Kalian baru pacaran sebentar kok udah mau nikah? Kok kamu bisa yakin dia jodohmu? Apa sih yang bikin kamu seyakin itu?” dan masih banyak pertanyaan-pertanyaan lain yang jawabannya nggak bisa memuaskanku.

Dua tahun kemudian, ternyata Tuhan memberikan jawaban dari semua pertanyaan itu lewat pertemuanku dengan @pondrafee. Bahwa jodoh adalah misteri Ilahi yang hanya bisa dialami oleh hati. You just know. Nggak ada penjelasan logis, hanya jiwa yang dipersatukan yang bisa merasakan. Kita nggak akan pernah tau sampe mengalaminya sendiri.

Mungkin yang masih single can’t relate (yet) ya. Tapi kalo ada yang tanya gimana kita yakin bahwa seseorang adalah jodoh kita? Percayalah, nanti kalo udah tiba saatnya, kamu pasti akan tau. Tugasmu cuma ikhlas, sabar, dan berserah. Nggak perlu gundah, yakinlah Tuhan telah menyiapkan yang terindah.

Fun fact: waktu ambil hasil cetak foto ini, mas-mas yang melayani bilang sambil nunjuk fotonya, “Masnya kayak Christian Sugiono ya” Aku cuma membatin, “Lho kok masnya tau Christian Sugiono idolaku.” *antiklimaks

foto: @pipupustudio

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp
Share on email

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More to Read

Filosofi Kopi

Sophia Mega | @sophiamega Semuanya karena Filosofi Kopi. Dulu awalnya suka kopi karena penasaran bedanya cappuccino dan cafe latte. Nah, karena keseringan ke kedai kopi,

Read More »