#12 Boots of Spanish Leather by Mandolin Orange

Meskipun banyak sekali musisi yang menyayikan ulang lagu ini, tetapi inilah favorit saya sampai sekarang. Sejak pertama kali lagu ini dirilis hingga tulisan ini terbit, saya selalu mendengarkan lagu ini saat butuh butuh ketenangan pikiran, sedikit perasaan mellow, dan lagu Bob Dylan.

Bagi penggemar musik Bob Dylan, pasti tahu alur kisah lagu ini, yakni seorang wanita yang berlayar menyeberangi samudera dan meninggalkan kekasihnya. Sajak-sajak dalam dalam lagu ini menceritakan dialog antara dua kekasih tersebut. Sang wanita ingin memberikan souvenir kepada sang pria, tetapi sang pria tidak menginginkan apa pun selain kepulangan kekasihnya.

Hingga di akhir lagu diceritakan jika sang pria mendapat kabar bahwa kekasihanya tidak akan pulang. Sang wanita telah menemukan tempat berlabuhnya di seberang samudera. Sang pria pun hanya bisa berharap agar sang wanita membawakannya souvenir berupa boots of Spanish leather.

Tidak dijelaskan secara detail alasan kenapa sang wanita tidak kembali ke pelukan kekasihnya. tidak diceritakan alasan mengapa dia akhirnya memilih tinggal di tempat yang baru. Yang pasti, kisah yang hanya diceritakan dalam 9 bait tersebut mampu menciptakan kesan yang menyayat hati bagi pendenganya.

Meninggalkan atau Ditinggalkan?

Saya teringat pertanyaan kakak saya beberapa tahun yang lalu, “Lebih enak meninggalkan atau ditinggalkan?” Meskipun sama-sama menyedihkan, tapi meninggalkan jauh lebih mudah daripada ditinggalkan. Mereka yang meninggalkan akan dihadapkan pada pengalaman dan tantangan yang baru. Sedangkan mereka yang ditinggalkan akan merasakan kekosongan dan kehidupan yang tidak lagi sama seperti biasanya.

Penutup lagu Boots of Spanish Leather kira-kira memberikan efek yang tidak jauh berbeda dari jawaban pertanyaan di atas. Sang wanita menemukan kegembiraannya di tempat yang baru, sedangkan sang pria harus meingkhlaskan kepergian kekasihnya. Meskipun dalam hati sang pria berharap agar kekasihnya pulang kembali ke sisinya.

Mandolin Orang mampu membungkus kisah tersebut hanya dengan alunan gitar akustik, fiddle, dan pergantian vokal yang tepat. Adrew Marlin menyayikan bait sang kekasih pria, sedangkan Emily Frantz memberikan jiwa pada bait sang wanita. Duet yang benar-benar berhasil menggambarkan kesedihan percakapan sepasang kekasih tersebut.

Share on facebook
Facebook
Share on google
Google+
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2018 All rights Reserved. Powered by Elementor.
Design by pondrafee.