Fazavian Altarayka

“What’s in a name? that which we call a rose by any other name would smell as sweet.”

 

“Apalah arti sebuah nama? Andaikata kamu memberikan nama lain untuk bunga mawar, ia tetap akan berbau wangi,” kata Shakespeare dalam roman legendarisnya, Romeo & Juliet. Shakespeare boleh berkata demikian, tapi pada kenyataannya manusia senantiasa mencari nama yang terbaik dan terindah bagi anaknya. Nama sangatlah penting sebagai penanda identitas setiap orang. Bayangkan jika semua orang tidak memiliki nama, bagaimana kita akan menyebut mereka? Pastinya akan sulit untuk mengidentifikasi dan memanggil seseorang. Nama menjadikan kita saling mengenal. Bahkan nama diyakini sebagai iringan doa yang senantiasa melekat bagi si pemilik nama. Nama yang baik akan menjadi doa yang baik.

Seperti layaknya pasangan calon orang tua muda yang menanti kelahiran anak untuk pertama kalinya, kami ingin memberikan nama yang istimewa bagi buah hati kami. Sejak awal kami telah sepakat memberikan kriteria tertentu bagi nama anak kami: berawalan huruf “F” dan terdiri atas dua kata. Kebetulan nama kami berdua sama-sama terdiri atas dua kata dan berawalan “F”, jadi kami menginginkan nama anak kami memiliki karakteristik yang sama. Selain itu, yang tidak kalah penting, nama tersebut harus hanya ada satu-satunya di dunia, minimal nama tersebut masih tersedia apabila digunakan sebagai username e-mail atau Instagram. Saya sendiri juga memiliki nama yang unik, itu sebabnya saya ingin nama anak kami mengikuti jejak bapaknya.

Ternyata mencari nama bukan perkara mudah yang dapat diselesaikan sehari semalam. Butuh waktu yang lumayan panjang, dimulai dari mencari nama depan berawalan huruf “F” hingga mencari nama belakang yang tepat untuk melengkapinya. Kami harus bolak-balik mencari inspirasi di berbagai situs internet. Sebagai pengguna theAsianparent Indonesia sejak awal kehamilan, kami juga memanfaatkan artikel di situsnya dan fitur Nama Bayi di aplikasinya untuk mencari nama yang benar-benar sesuai hati kami. Jika ada nama yang kami rasa bagus, kami masih harus mengecek di Google apakah nama tersebut ditemukan di mesin pencari. Beberapa kali kami menemukan nama yang pas, tetapi selalu muncul di mesin pencari. Ini berarti nama tersebut sudah ada yang punya.

Hingga akhirnya setelah melalui diskusi yang berbelit, kami sepakat memilih nama depan Fazavian, yang diambil dari dua kata: Faza dan Zavian. Dalam bahasa Arab, Faza secara literal berarti menang atau sukses. Sedangkan nama Zavian, yang kami dapatkan dari sebuah artikel theAsianparent Indonesia, bermakna pemimpin yang membawa kebahagiaan. Kami merasa gabungan dua nama tersebut cukup unik, tidak ditemukan di mesin pencari, dan memiliki makna yang baik.

Lanjut ke proses selanjutnya, yakni mencari nama belakang. Pencarian nama belakang ternyata lebih susah dibanding mencari nama depan. Kami harus menemukan kata yang enak diucapkan dalam menyertai kata depan. Berkali-kali ide muncul dan kami diskusikan, tetapi tidak pernah berhasil kami sepakati.

Suatu ketika saat di warung menunggu pesanan datang, saya membuka aplikasi Pokémon GO dan menangkap Swablu, Pokémon burung kapas berwarna biru. Saat itu, kami berdua memang cukup aktif bermain Pokémon GO saat berada di luar rumah.

“Gimana kalau nama keduanya Altaria saja?” Seketika saya menyeletuk. Altaria adalah Pokémon evolusi dari Swablu.

Istri saya tidak seketika menolak nama tersebut, tetapi sempat berpikir sejenak, tanda mempertimbangkan. Mungkin selain karena namanya yang enak didengar, warna Pokémon tersebut, biru, juga adalah warna favoritnya. Setelah browsing mencari tahu artinya, ternyata kata Altaria juga memiliki makna yang bagus, yakni latitude atau ketinggian.

“Gimana kalau gak murni Altaria tapi digabung kata lain?” Sepertinya dia merasa cocok dengan nama tersebut. Kami pun sepakat memodifikasi nama tersebut.

Hari-hari setelahnya kami lalui dengan mencari inspirasi kata, baik dari internet maupun Pokédex. Hingga akhirnya, entah bagaimana awalnya, istri saya menemukan kata Rayka dari sebuah situs yang konon berasal dari bahasa Persia yang berarti anak laki-laki tersayang. Nama Rayka juga mirip dengan nama salah satu Pokémon legendaris, Raikou. Sangat menarik jika dua nama Pokémon digabung menjadi satu. Nama Altarayka pun tercipta. Apalagi nama Altarayka tidak muncul di hasil pencarian Google. Bisa jadi nama Altarayka adalah satu-satunya di dunia.

Fazavian Altarayka, nama yang akhirnya kami sepakati dan resmi tertulis di akta kelahiran dan kartu identitas anak kami. Jika diterjemahkan secara bebas dan filosofis, berarti kemenangan gemilang seorang pemimpin laki-laki dengan kebajikan yang tinggi. Apa pun maksud dari terjemahan tersebut, kami berharap doa yang terbaik baginya.

Nama akan senantiasa melekat pada seseorang, menjadi penanda diri dan identitas orang tersebut selamanya. Mendapatkan nama yang baik adalah hak pertama seorang anak yang wajib ditunaikan oleh orang tua. Nama adalah doa, nama yang baik diharapkan dapat menjadi doa yang baik pula. Semoga arti dari nama Fazavian Altarayka benar-benar menjadi doa yang mengiringi langkah anak kami dalam menjalani kehidupan ini.

Share on facebook
Facebook
Share on google
Google+
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2018 All rights Reserved. Powered by Elementor.
Design by pondrafee.