Mengapa Saya Lebih Tertarik Membaca Buku?

Saya lebih tertarik mencari ilmu melalui buku dibandingkan membaca dari portal digital. Bukan berarti saya menolak informasi dari internet yang melimpah. Namun, itulah yang malah menjadi pertimbangan saya, informasi yang terlalu melimpah. Terlalu banyak informasi membuat saya bingung memilih dan memilah mana informasi yang tepat dan sesuai. Internet saya gunakan hanya untuk mencari informasi tertentu yang lebih aplikatif dan dibutuhkan untuk waktu yang cepat, seperti cara mengecek oli mobil yang benar atau memperbaiki file komputer yang error misalnya.

Berbeda dengan buku, informasi atau ilmu dari buku memberikan pembahasan yang lebih fokus, detail, dan mendalam. Sebagai pembaca, kita akan diajak untuk benar-benar mamahami ilmu yang ada di dalamnya. Kita tidak hanya memahami materi yang sedang dibahas, tetapi juga menambah pengetahuan baru yang dapat membentuk pola pikir atau mindset kita ke depannya. Hal tersebut tidak hanya bermanfaat untuk saat ini, tetapi berdampak dalam jangka panjang. Membaca buku akhirnya menjadi sarana transformasi diri.

Saya selalu menganggap bahwa buku masih menjadi rujukan informasi yang terpercaya. Mengapa demikian? Ada proses panjang dalam pembuatannya. Ada proses yang berlapis-lapis sebelum naskah dapat terbit sebagai buku ber-ISBN yang layak baca. Naskah dari seorang penulis ahli akan diseleksi terlebih dahulu oleh penerbit. Setelah lolos seleksi, naskah akan melewati proses penyuntingan, koreksi, revisi, proofreadingquality assurance, hingga akhirnya layak cetak dan terbit. Ada lebih dari satu lapisan yang memastikan bahwa materi dari tulisan tersebut benar-benar layak baca dan dapat dipertanggungjawabkan.

Proses tersebut pada akhirnya memang berdampak pada biaya produksi yang tidak sedikit. Bisa dibilang harga buku menjadi tidak ekonomis dibandingkan dengan biaya mengakses internet untuk mendapatkan informasi gratis. Namun, harga tersebut menurut saya sepadan untuk mendapatkan sebuah ilmu pengetahuan yang telah disusun secara rapi, sistematis, mendalam, dan valid. Apalagi jika disertai dengan desain sampul yang menarik.

Meskipun saat ini telah banyak bertebaran artikel dan video tutorial di internet, tetapi pengalaman membaca buku tidak dapat menggantikan itu semua. Artikel dan video memang praktis untuk menambah ilmu, keterampilan, dan pengetahuan. Namun, buku memberikan pemahaman yang lebih mendalam dari suatu materi yang sedang dibicarakan. Dengan membaca buku, kita semakin paham dengan materi tersebut. Tidak hanya paham dalam menerapkannya, tetapi juga paham landasan teorinya. Buku memastikan bahwa kita tidak hanya mendapatkan ilmu pengetahuan, tetapi juga keahlian.

Faktanya buku tidak akan pernah hilang. Buku akan senantiasa ada meskipun saat ini formatnya bergeser menjadi bentuk digital. Selama manusia yang haus akan ilmu ada, buku pun akan senantiasa ada. Buku tetap menjadi sumber informasi yang akan selalu dicari dan menjadi pendukung dalam membangun negeri.

Share on facebook
Facebook
Share on google
Google+
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2018 All rights Reserved. Powered by Elementor.
Design by pondrafee.